Peluang Bisnis
Ilustrasi peluang bisnis di kala travelling | Photo from Unsplash/Glenn Carstens-Peters

Karja – Travelling merupakan salah satu hobi yang disukai oleh mayoritas manusia di dunia ini. Apalagi travelling bisa menjadi akses dalam memperoleh pundi-pundi penghasilan. Kira-kira bagaimana sih caranya?

Mudah sekali caranya, kemajuan teknologi baik dari sebuah produk riil maupun di dunia digital mengubah kebiasaan-kebiasaan orang. Berikut 3 cara untuk memanfaatkan peluang bisnis di saat sedang travelling.

1.  Menjadi Travelling Blogger

Blogger itu seseorang yang menulis opini, pengalamannya di sebuah blog atau biasa disebut website pribadi. Kita dapat mencurahkan pengalaman travelling kita dengan cara menulisnya menjadi sebuah kisah yang menarik. Tapi, jangan lupa untuk mengurus Google Webmaster dan SEO (Search Engine Optimization)-nya supaya bisa keluar di laman pencarian Google ya, sobat.

Semakin banyak yang mengunjungi website / blog kita maka semakin menghasilkan juga blog kita yang diperoleh dari iklan offline, iklan online seperti Google Adsense. Selain itu, blog juga diintegrasikan dengan media sosial kita akan meningkatkan followers kita di media sosial. Dengan begitu, kita juga bisa melakukan endorsement di media sosial.

 

2. Menjadi Youtuber

Ya, sekarang Youtube menjadi salah satu platform yang paling ramai dikunjungi. Hal ini menjadikan Youtube ladang yang sangat bagus. Ketika kita memiliki konten video travelling yang menarik, biasanya akan direspon dengan sangat baik oleh pengguna-pengguna Youtube.

Konsep Youtube sama seperti website / blog, semakin banyak yang menonton dan tidak mengabaikan iklan (di-skip) maka penghasilan tambahan yang diperoleh Youtuber juga semakin banyak.

 

3. Membuka Jasa Titip

Yang lagi tren abis saat ini adalah membuka jasa titip ketika sedang berada di satu tempat, baik itu dalam negeri dan luar negeri. Konsep jasa titip atau yang sering disingkat jasip ini adalah membelikan produk baik itu tas, dompet hingga produk makanan di tempat kita liburan untuk para pembeli yang tidak lagi di daerah tersebut.

Cara mengambil untungnya biasa ada 2 cara, pertama memberikan ongkos jasa titip per produk. Cara kedua, menaikkan harga produk yang diinginkan pembeli dari harga jual di store tersebut.

Contoh, di negara Singapura terdapat produk kulit ikan / fish skin yang sangat enak, ketika kita ke Singapura kita bisa membuka jasa titip dengan ongkos Rp 20 ribu Rupiah per produk atau harga nya dinaikin sebesar 10 persen dari harga jual, bagi yang ingin dibelikan produk tersebut.

Bayangin aja, misalkan ongkos 20 ribu Rupiah per produk makanan dan total ada 30 produk makanan yang dititip, total 600 ribu Rupiah pun dapat masuk ke dalam kocek pribadi.

#terusberkarya