Mi Instan Ilustrasi mi instan | Photo from Unsplash/Ayesha Firdaus

Karja – Berbicara tentang mi instan, mayoritas masyarakat Indonesia pasti menyukainya. Namun biasanya mereka terpecah menjadi dua kubu, kubu mi goreng dan kubu mi kuah. Tetapi hal tersebut tidaklah seberapa penting, yang menjadi concern utama saat ini adalah mengapa mi instan yang dibuat di warkop (warung kopi) lebih enak daripada olahan sendiri? 5 alasan mengapa mi instan buatan warkop lebih enak versi Karja, check it out!

 

1. Dibuat oleh orang lain

Mi InstanIlustrasi memasak | Photo from Unsplash/Hemant Latawa

Apapun yang dibuat orang lain pasti terasa lebih enak karena kita enggak perlu cape-cape membuka bungkus mi instan, merebus air, membuka bumbu mi, hingga mengaduk mi. Bahkan mengolah mi secara mandiri menghabiskan waktu lebih banyak daripada menikmati minya. Cape-nya lama, menikmatinya sebentar, Benar ga sih?

2. Berpengalaman

Mi InstanIlustrasi berpengalaman | Photo from Unsplash/Max Delsid

Percayalah mereka yang mengolah mi di warkop-warkop pasti jauh lebih berpengalaman daripada kebanyakan orang. Bayangin coba, masa iya kita yang bukan pemilik warkop makan mi satu hari sekali? Bandingkan sama pemilik warkop yang mampu mengolah mi instan belasan hingga puluhan bungkus per harinya, apalagi permintaan pasti tinggi karena banyak dari kita yang cinta mi instan, benar tidak? Pengalaman ini lah yang membuat pemilik warkop mampu mengolah mi secara profesional. Bumbu rahasia saja tidak cukup, kalau tangan yang mengolahnya beda, rasanya pun biasanya berbeda.

3. Memiliki tambahan bumbu rahasia

Mi InstanIlustrasi bumbu | Photo from Unsplash/Edi Libedinsky

Biasanya pemilik warkop juga memiliki bumbu rahasia yang merupakan hasil racikan selama berpuluh-puluh tahun (lebay amat) dalam mengolah mi. Pengalaman pribadi penulis nih, penulis sering datang ke warung spesialis mi instan ketika berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Ketika mi instan diolah, oseng-oseng sambel dan bumbu rahasia dari pemilik warung membuat seisi warung batuk-batuk karena menyengat hingga ke hidung. Ketika disajikan, aroma olahan mi dengan racikan bumbu rahasia dari pemilik warung membuat cita rasa mi semakin mantap, sangat nikmat!

4. Makan bareng teman

Mi Instan Ilustrasi pertemanan | Photo from Unsplash/Matheus Ferrero

Makan bareng teman merupakan salah satu faktor pendukung ketika kita makan mi di warkop. Sambil mengobrol, bersenda gurau, curhat, berdiskusi, serta berdebat dari masalah politik hingga bumi itu bulat atau datar menghiasi ‘ritual’ cara menikmati olahan mi yang baik.

5. Suasana mendukung

Ilustrasi suasana | Photo from Unsplash/Kelsey Chance

Suasana yang mendukung semakin ditambah pula dari ambience para pengunjung lainnya, seperti ada yang sedang bermain mobile games sambil teriak-teriak, ada yang bermain gitar sambil bernyanyi bak penyanyi konser, ada yang berdebat politik sampai ngegas, dan masih banyak lagi. Hiruk pikuk yang seperti ini menambah daftar serunya menjalani kehidupan di negara tercinta kita, Indonesia. Berbagai elemen masyarakat pun menjadi satu berkat kolaborasi antara warung kopi, warung mi instan dengan produk-produk mi tersebut.   Selamat menikmati olahan mi di warung-warung terdekat, millennials!

Karja, we share creative and up to date content for millennials and gen Z in Indonesia.