image.png

Cerita inspiratif dari Syarief Hidayat, Chief Executive Officer dan Founder Mobil Mantan | Photo by Karja/Titiantoro

Karja – Setiap manusia ada masanya dan memiliki perjalanan hidup masing-masing. Ada yang jalannya mulus-mulus saja dan ada pula yang harus melewati berbagai macam rintangan dan jatuh bangun.

Pilihan kedua tersebut nampaknya menjadi hal yang harus dialami oleh Syarief Hidayat atau biasa disapa Syarief. Sebelum sukses menjalankan bisnis Mobil Mantan, ia harus menempuh perjalanan hidup yang cukup berliku.

Mobil Mantan sendiri adalah sebuah situs marketplace yang menyediakan layanan jual beli mobil bekas di Samarinda. Situs tersebut memudahkan calon pembeli mobil tanpa harus bertemu langsung dengan pemilik mobil yang akan dijual dan terutama sangat aman untuk transaksi jual beli.

Syarif menceritakan masa lalunya yang terbilang cukup susah. Kisahnya bermula saat ia menginjak masa kuliah yang harus tinggal bersama sang kakak. Syarief terpaksa harus ngekos pada tahun 2009 di dekat kampusnya karena suatu kondisi yang harus membuatnya ngekos. Melihat kondisi keuangan yang sangat pas-pasan, ia harus memutar otak untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan kuliahnya.

Mobil Mantan
Syarief menceritakan perjalanan hidupnya sebelum sukses mendirikan startup Mobil Mantan | Photo by Karja/Titiantoro

Saat Syarief memulai hidup sendiri dengan tinggal di salah satu indekos dekat kampus, ia diberi uang oleh keluarganya sebanyak Rp 1 juta per bulan.

“Ya ketika saya sudah ngekos di dekat kampus, saya diberi uang jatah 1 juta per bulan. Uang 1 juta itu untuk bayar kos-kosan, beli makan, untuk kebutuhan kuliah. Ditotal-total ternyata duitnya enggak cukup sampai satu bulan. Jadi saya sama beberapa teman saya ngamen buat mencukupi kebutuhan kami,” ungkapnya sambil tertawa lepas.

Akhirnya, Syarief bersama teman-temannya setiap tanggal 15 ke atas menjadwalkan untuk berkeliling mengamen.

“Dari rumah makan yang ada di perempatan Lembuswana, hingga Jalan Pramuka kami singgahi. Dan pernah ada pengalaman dalam semalam mengamen saya sendirian atau sama teman saya itu, kami dapat Rp 24 ribu dalam semalam,” kenang Syarief.

Ia melanjutkan, “Dan jika ada teman kami yang bernama Fahmi, Fahmi itu memiliki paras yang cukup ganteng dan memiliki suara yang bagus. Jadi kalau sama dia kita pernah tuh, sekali ngamen mendapatkan Rp 100 ribu. Itu sekali ngamen aja di satu tempat.”

Terkadang, setiap tanggal 17, Syarief bersama temannya, Munir, saling laporan mengenai uang yang tersisa.

“Kadang pas tanggal-tanggal 17, aku sama Munir itu laporan duit, ‘eh nir duitmu berapa ?’ terus dia bilang ‘sisa 20 ribu’. Terus akhirnya kami mutuskan untuk makan mi instan bareng gitu,” ungkapnya. “Kadang saya juga telpon teman yang lain, bilang lagi enggak ada makanan. Terus akhirnya dibawain makanan sama teman-teman. Sesusah itu dulu hidup saya.”

Mobil Mantan
Mobil Mantan dapat menghubungkan antara penjual dan pembeli mobil bekas secara real-time | Photo by Karja/Titiantoro

Namun hal itu tidak membuat Syarief menyerah dengan keadaan. Ia bersama temannya mendapatkan kesempatan mengamen di Caffe Corner yang berada di Jalan Ir. H. Juanda, Samarinda.

“Alhamdulillah, saya ngamen di jalanan sama teman-teman tidak begitu lama, sampai kita dapat kesempatan mengisi di Caffe Corner di Jalan Juanda yang sekarang ada tempat pencucian mobilnya itu. Kalau enggak salah kami di sana kurang lebih ada satu tahunan. Dikasih jadwal seminggu dua kali tampil. Kami masing-masing mendapat Rp 400 ribu,” tuturnya.

Dengan kondisi ekonomi yang terbilang berada di tengah-tengah, Syarief mampu menyelesaikan kuliahnya, dan lulus pada tahun 2011. Setelah lulus, ia bekerja sebagai marketing mobil pada 2012 akhir.

Sampai akhirnya di tahun 2018 awal, Syarief memutuskan untuk mendirikan startup usaha jual beli mobil bekas berbasis situs marketplace yang ia beri nama Mobil Mantan. Dalam perjalanan mendirikan usaha tersebut, Syarief sempat menerima keraguan dari berbagai pihak, termasuk keluarganya.

Namun berkat kegigihannya, Syarief berhasil membuktikan bahwa keraguan itu hanya kata-kata semata. “Bisnis yang dulunya orang-orang bilang nggak bisa, ternyata bisa. Yang penting kita itu nggak perlu peduli orang lain percaya atau nggak, teman percaya atau nggak, bahkan keluarga percaya atau nggak, itu nggak penting,” ungkapnya. “Yang penting adalah kalian dan tim kalian percaya.”

Syarief juga berpesan kepada anak-anak muda atau bagi pemula yang ingin terjun dalam dunia bisnis. Ia mengungkapkan bahwa setidaknya harus memiliki pengalaman terlebih dahulu.

“Kalau saran dari saya lebih baik kerja dulu. Karena kalau dari pelajar jadi pebisnis, biasanya ide atau mindset-nya itu kurang matang. Karena sebelum kamu jadi pemimpin kamu harus dipimpin terlebih dahulu. Ibaratnya kamu harus jadi kacung dulu, supaya kamu tahu caranya gimana menjadi seorang pemimpin,” tutupnya.

#terusberkarya