Lagu Self Healing
Album Menari Dengan Bayangan karya Hindia dan Mantra Mantra karya Kunto Aji, salah satu rekomendasi lagu self healing | Photo by Instagram/@kuntoajiw dan @wordfangs

Karja – Di kala sendirian dan tidak bisa menyemangati untuk melangkah lebih jauh, atau tidak ada orang sekitar yang mengerti, sebuah lagu terkadang bisa menjadi ‘teman’. Tidak hanya sebagai alat untuk mengusir kebosanan ataupun rasa sepi, sebuah lagu bisa menjadi reminder, penyemangat, bahkan penyembuh untuk seseorang.

Di satu sisi, isu kesehatan mental sedang gencar-gencarnya disuarakan, terutama di media sosial. Beberapa musisi di Indonesia pun turut menuangkan kepedulian mereka terhadap isu tersebut melalui suatu karya: lagu yang dapat membantu pendengarnya untuk self healing.

Bangkitkan semangat dan tenangkan hati dengan 5 lagu self healing pilihan Karja berikut ini:

1. Rehat – Kunto Aji

Bisa dibilang, hampir semua lagu di album Mantra Mantra milik Kunto Aji dapat dijadikan media sebagai lagu self healing. Sebut saja mulai dari Rehat, Sulung, Bungsu, Konon Katanya, hingga Saudade.

Khusus untuk lagu Rehat sendiri, Kunto Aji menggambarkan lagu tersebut layaknya bertemu dengan orang yang tepat untuk dijadikan tempat bercerita. Selain itu, dari lagu Rehat kita diajarkan untuk menenangkan hati dari huru-hara kehidupan yang serba cepat sekarang ini. Rasanya, seakan-akan Kunto Aji berbisik di telinga setiap kali ingin melangkah mencoba melakukan sesuatu yang baru: “Yang kau takutkan takkan terjadi.”

2. Membasuh – Hindia feat Rara Sekar

Dengan petikan gitar yang menenangkan, lagu Membasuh dari Hindia feat. Rara Sekar dijamin dapat menyejukkan hati pendengarnya.

Dari lagu Membasuh, kita diajarkan untuk melihat hal-hal sederhana dalam hidup yang selama ini ada di sekitar kita. Seperti dalam musik videonya, terdapat potongan rekaman keseharian orang-orang yang menunjukkan kebahagiaan versi mereka. Hasilnya pun beragam; melihat matahari terbit, menanti senja, menonton konser, berkumpul bersama teman, video call dengan keluarga, hingga bermain dengan hewan peliharaan.

Tidak hanya mengenai masalah kebahagiaan yang berasal dari hal-hal sederhana, lagu Membasuh juga membawa pesan untuk tidak mengharap balasan dari orang lain. Terkadang dalam hidup, kita sering bergantung dan menaruh ekspektasi kepada orang lain.

Kita sering berharap dunia maupun orang lain dapat membalas apa yang kita perbuat. Padahal kita tahu, seringkali hal tersebut tidak berbuah manis. Dan mungkin saja, balasan tersebut datang dalam bentuk lain yang tidak kita sadari.

3. Untuk Hati yang Terluka – Isyana Sarasvati

Dalam hidup ini, selama kita terus bernapas dan berjuang, pasti tidak terhindarkan dari yang namanya masalah, rintangan, serta hal-hal lain yang mampu melukai diri. Di lagu ini, Isyana seakan mengisyaratkan bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi itu semua.

Selagi berproses menggapai mimpi dan cita-cita, pasti ada satu momen di mana ketika kita merasakan pahitnya kegagalan dan kekecewaan. Membuat kita akhirnya terpuruk dan merasa ada di titik terendah dalam hidup.

Selagi berproses menggapai mimpi dan cita-cita, pasti ada satu momen di mana ketika kita merasakan pahitnya kegagalan dan kekecewaan. Membuat kita akhirnya terpuruk dan merasa ada di titik terendah dalam hidup.

4. Merakit – Yura Yunita

Buat yang lagi merasa down saat menggapai mimpi, lagu Merakit dari Yura Yunita ini cocok banget untuk membangkitkan semangat dan memotivasi kembali.

Lagu dari penyanyi asal Bandung ini sudah tidak diragukan lagi untuk membangkitkan semangat. Dengan nadanya yang up beat dan full of spirit, Yura mengajak kita untuk bangkit setelah mengalami kegagalan dan kembali berdiri untuk merakit mimpi.

Energi positif dari lagu ini pun tidak hanya dirasakan dari melodi beserta lirik, namun juga dari video lirik dan musik video. Di video lirik, Yura menampilkan lirik lagu tersebut menggunakan bahasa isyarat. Sedangkan di musik video, Yura bersama teman-teman difabel menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah suatu halangan untuk dapat meraih mimpi.

5. Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti – Banda Neira 

Walaupun grup musik yang digawangi Rara Sekar dan Ananda Badudu ini sudah bubar, namun karya mereka yang satu ini seakan tak lekang oleh waktu.

Kerasnya cobaan hidup yang menerpa terutama saat baru beranjak dewasa, digambarkan dengan cukup apik melalui lirik pembuka lagu ini. Di saat diri merasa sangat rapuh, tak sanggup lagi melangkah, kecewa dan gagal rasanya sering jadi kawan; ternyata hidup tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat

Setelah puas merenungi kejadian dalam hidup, lirik selanjutnya pun memberikan secercah cahaya dan pengharapan. Bahwa tidak selamanya yang sia-sia tidak bermakna, rasa sakit perlahan akan sembuh, serta siapa pun yang merasa sedang di titik terendah, suatu saat akan bangkit dan berdiri lagi.

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh kan berdiri lagi

Seperti mantra, Banda Neira mampu memberikan suasana tenang dan mengembalikan harapan lewat lagu ini. Saat kita sedang merasa kebingungan di tengah kehidupan, lagu ini mampu menemani hingga akhirnya kita dapat melangkah lagi.

#terusberkarya