Sistem Franchise
Ilustrasi sistem franchise | Photo from Unsplash/Arturo Rey

Karja – Bagi sebagian orang, mungkin sedang bingung dan berpikir kira-kira bisnis apa yang cocok untuk saat ini ya? Salah satu jawaban yang bisa ditemukan adalah melakukan bisnis franchise. Franchise atau waralaba sendiri merupakan suatu model kegiatan bisnis yang dijalankan oleh franchisee (pengguna lisensi franchise) dengan menggunakan ide, sistem dan konsep yang dibuat dan dibeli dari franchisor (pemilik lisensi franchise).

Manfaat terbesar adalah kita tidak perlu lagi susah payah memulai suatu bisnis dengan melakukan percobaan produk, desain produk, desain tempat dan masih banyak lagi. Biasanya sebuah franchise professional akan menyiapkan semuanya mulai dari bahan baku, alat-alat operasional, desain produk dan desain stan jualan.

Berikut beberapa langkah untuk memulai bisnis dengan sistem franchise.

1. Pilih Franchise yang Tepat

Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah bagaimana cara kita dalam menganalisis kira-kira franchise manakah yang mau dijadikan sebagai bisnis kita. Pemilihan franchise yang tepat akan memberikan keuntungan bagi franchisor-nya, terutama dalam sektor penjualannya.

Tips bagaimana memilih franchise yang tepat bisa dilihat sebagai berikut.

Kiat-kiat Memilih Bisnis Franchise yang Tepat

 

2. Hitung dan Kalkulasikan Tingkat Pendapatannya

Biasanya, membeli lisensi franchise memerlukan modal yang lebih besar daripada membuka bisnis dengan konsep sendiri. Oleh karena itu, perhitungan proyeksi pendapatan perlu dilakukan.

Tentukan berapa banyak target penjualan per harinya, berapa harga yang sesuai, berapa biaya yang dikeluarkan, dan berapa kira-kira lama balik modalnya. Rencanakanlah secara matang supaya modal yang telah dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.

 

3. Persiapkanlah Sistem Operasionalnya dengan Matang

Walaupun sistem franchise menyediakan sebagian besar persiapan, bukan berarti bisnis tersebut dilepaskan begitu saja. Siapkanlah rencana operasional seperti jam buka tutup, berapa banyak karyawan yang akan direkrut, bagaimana sistem kerja dan sistem gaji karyawan dan sebagainya.

Dalam membuat sistem yang dapat berjalan secara mandiri, dibutuhkan trial dan error dalam pelaksanaannya. Seiring berjalannya waktu, sistem tersebut akan dibenahi dan diimprovisasi menjadi sistem yang baik.

#terusberkarya