prinsip kaizen
Ilustrasi bahagia | Photo from Pexels/Jopwell

Ketika ingin membuat perubahan dalam hidup, kita cenderung mengharapkan hasil yang drastis. Kita berekspektasi bahwa perubahan tersebut langsung dapat membawa dampak yang besar dalam hidup. Namun karena terlalu fokus menginginkan perubahan yang drastis, terkadang proses dan hasilnya pun menjadi tidak maksimal. Alih-alih berharap pada perubahan yang drastis, kita bisa menerapkan langkah-langkah kecil melalui prinsip Kaizen.

Kaizen adalah filosofi dari Jepang yang bermakna perbaikan. Kai sendiri artinya perubahan, sementara zen artinya baik. Melansir dari Forbes, Kaizen adalah sebuah praktik untuk memperbaiki diri dengan mengambil tindakan kecil yang bertahap, hingga menjadi kebiasaan dan dapat mengarah pada kesuksesan.

Pada dasarnya, setiap kita melakukan sesuatu secara teratur dan memikirkan apakah cara tersebut yang terbaik lalu menguji ide baru yang dimiliki, kita sebenarnya sedang mempraktekkan Kaizen. Intinya, Kaizen tidak mengacu pada perubahan yang drastis namun dilakukan secara berkelanjutan.

Nah, prinsip Kaizen ini juga bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, lho! Melansir dari The Simple Dollar, yuk simak pembahasannya!

1. Jangan berasumsi bahwa cara kita melakukan sesuatu adalah yang terbaik
prinsip kaizen
Ilustrasi bekerja | Photo from Pexels/Verschoren Maurits

Ada begitu banyak hal yang kita lakukan dan beranggapan bahwa cara tersebut adalah yang terbaik. Biasanya karena sudah menjadi kebiasaan, kita pun tidak lagi mencari cara lain yang mungkin saja jadi yang terbaik.

Cobalah untuk berpikir dan mundur ke belakang, dan sadari bahwa cara kita melakukan sesuatu tidak selalu menjadi cara yang terbaik.

 2. Jangan biarkan masalah berlalu begitu saja

Ilustrasi stres | Photo from Pexels/Andrea Piacquadio

Terkadang, kita lebih memilih untuk lari dari masalah daripada menyelesaikannya. Padahal, masalah akan tetap membayangi kehidupan meskipun sekuat apapun kita berusaha mengelak darinya.

Jika kita menyadari bahwa dapat menyelesaikan masalah dengan baik, meskipun belum mengetahui cara untuk menyelesaikannya, bertahanlan dengan hal tersebut. Jangan biarkan masalah terlewati begitu saja.

Percaya dengan insting dan perhatikan dengan baik apa yang kita lakukan. Dan jika memang dirasa hanya membuang-buang waktu, energi, atau uang, mungkin sudah saatnya mencari cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

3. Jangan terpaku pada kebiasaan yang lama

Ilustrasi bekerja | Photo from Pexels/mentatdgt

“Ah, biasanya juga begitu cara melakukannya!”

Mungkin kalimat ini sudah tidak asing lagi dengan keseharian. Hanya karena setiap orang melakukannya dengan cara tersebut, tidak berarti kita harus mengikutinya. Atau hanya karena sudah menjadi kebiasaan, bukan berarti cara tersebut adalah yang terbaik.

Jaman telah berubah, teknologi pun juga semakin canggih. Bahkan, kemampuan kita sendiri pun mungkin juga telah berubah. Cara terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan 10 tahun lalu mungkin tidak lagi menjadi yang terbaik untuk sekarang. Ingatlah bahwa kita bukan orang lain dan jangan terjebak pada kebiasaan di masa lalu.

4. Tidak ada proses yang sempurna

Ilustrasi bahagia | Photo from Pexels/Andre Furtado

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk diri kita dan proses kehidupan. Namun, kita bisa meningkatkan proses tersebut secara bertahap dari waktu ke waktu agar menjadi lebih baik.

Terkadang letak permasalahannya adalah kita selalu menganggap sesuatu sudah cukup baik, sehingga kita mengabaikan kesempatan untuk menjadikannya lebih baik lagi. Pendekatan terbaik untuk hampir segala hal dalam hidup adalah dengan tidak menganggap semuanya cukup baik. Sebaliknya, anggaplah bahwa masih banyak hal yang bisa ditingkatkan secara bertahap seiring berjalannya waktu.

Prinsip Kaizen adalah sesuatu yang bisa kita praktikkan untuk rutinitas sehari-hari. Karena pada dasarnya, akan selalu ada aspek dalam kehidupan yang bisa kita tingkatkan dan terus perbaiki.

Karja, we share creative and up to date content for millennials and gen Z in Indonesia.”